Gelombang Tinggi Mengamuk! KM Indo Perkasa 03 Lenyap di Laut Aru

Gelombang Tinggi Mengamuk! KM Indo Perkasa 03 Lenyap
Bagikan

KM Indo Perkasa 03 tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di Laut Aru, delapan ABK dinyatakan hilang, tim SAR terus melakukan pencarian.

Gelombang Tinggi Mengamuk! KM Indo Perkasa 03 Lenyap

Tragedi laut kembali mengguncang perairan Indonesia. Kali ini, musibah memilukan terjadi di Laut Aru, Maluku, ketika kapal nelayan KM Indo Perkasa 03 tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi. Insiden ini tidak hanya memicu kepanikan, tetapi juga meninggalkan duka mendalam karena delapan anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang. Hingga kini, proses pencarian terus berlangsung di tengah cuaca laut yang masih tidak bersahabat.

Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku hanya di Maluku Indonesia.

Detik-detik KM Indo Perkasa 03 Tenggelam

Gelombang tinggi menerjang KM Indo Perkasa 03 saat kapal tersebut berlayar di perairan Laut Aru. Kondisi cuaca yang memburuk membuat kapal oleng dan kehilangan keseimbangan dalam waktu singkat. Awak kapal sempat berupaya menyelamatkan diri, namun derasnya gelombang membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

Menurut keterangan awal, gelombang laut mencapai ketinggian ekstrem dan disertai angin kencang. Air laut dengan cepat masuk ke badan kapal hingga akhirnya kapal tidak mampu bertahan. Dalam hitungan menit, KM Indo Perkasa 03 pun tenggelam ke dasar laut.

Beberapa ABK berhasil menyelamatkan diri dengan peralatan seadanya, sementara delapan orang lainnya hingga kini belum ditemukan. Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi para korban selamat.

Upaya Pencarian 8 ABK Yang Hilang

Tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan tenggelamnya KM Indo Perkasa 03. Basarnas, TNI AL, Polairud, serta nelayan setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Proses pencarian menghadapi tantangan berat akibat gelombang tinggi dan jarak pandang yang terbatas. Meski demikian, tim terus menyisir area laut dengan kapal patroli dan peralatan navigasi. Pencarian juga melibatkan pemantauan dari udara untuk memperluas jangkauan.

Hingga hari terakhir pencarian, delapan ABK masih dinyatakan hilang. Keluarga korban terus menanti kabar dengan penuh harap, sementara tim SAR berkomitmen melanjutkan operasi sesuai prosedur yang berlaku.

Baca Juga: Inflasi Maluku Pada Januari 2026, Lebih Rendah Dari Desember 2025

Cuaca Ekstrem Ancam Keselamatan Pelayaran

Cuaca Ekstrem Ancam Keselamatan Pelayaran

Perairan Laut Aru dikenal memiliki karakteristik gelombang yang tinggi, terutama saat musim cuaca ekstrem. Badan Meteorologi telah beberapa kali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang besar di wilayah tersebut.

Cuaca ekstrem seperti angin kencang dan arus laut kuat menjadi ancaman serius bagi kapal nelayan berukuran kecil hingga menengah. Banyak kapal tetap melaut demi memenuhi kebutuhan ekonomi, meski risiko keselamatan meningkat.

Insiden KM Indo Perkasa 03 menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap peringatan cuaca dan kesiapan alat keselamatan. Kesalahan kecil di laut lepas dapat berujung pada tragedi besar.

Kesaksian Korban Selamat dan Nelayan Sekitar

Beberapa ABK yang selamat menceritakan momen menegangkan saat gelombang besar menghantam kapal. Mereka menyebut ombak datang secara tiba-tiba dan membuat kapal miring drastis. Upaya mengendalikan kapal tidak membuahkan hasil.

Nelayan setempat juga mengaku melihat kondisi laut yang tidak normal pada hari kejadian. Mereka menyebut angin bertiup sangat kencang sejak pagi, namun sebagian kapal tetap melanjutkan pelayaran karena tekanan kebutuhan ekonomi.

Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama tenggelamnya KM Indo Perkasa 03, meski penyelidikan resmi masih terus berlangsung.

Evaluasi Keselamatan dan Tanggung Jawab Pelayaran

Tragedi ini mendorong berbagai pihak untuk menyoroti aspek keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal nelayan. Pemeriksaan kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta pelatihan awak kapal menjadi perhatian utama.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan memperketat pengawasan sebelum kapal berangkat melaut. Edukasi mengenai risiko cuaca ekstrem juga perlu terus disosialisasikan agar kejadian serupa tidak terulang.

KM Indo Perkasa 03 menjadi simbol peringatan keras bahwa keselamatan di laut harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dalam aktivitas pelayaran.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari Kompas Regional
  2. Gambar Kedua dari BeritaSatu.com