Gempa dangkal M 5,3 mengguncang Laut Banda, Maluku Barat Daya, Warga diminta waspada dan pantau informasi resmi BMKG.
Gempa bumi berkekuatan 5,3 SR mengguncang Laut Banda, Maluku Barat Daya, mengingatkan pentingnya kewaspadaan warga. Meskipun pusat gempa berada di laut, getaran dirasakan di sejumlah wilayah pesisir.
Maluku Indonesia ini membahas lokasi pusat gempa, potensi dampak, serta himbauan keselamatan dari pihak berwenang agar masyarakat tetap aman.
Gempa Dangkal M 5,3 Guncang Maluku Barat Daya
Pada Selasa pagi, 13 Januari 2026, wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,3 magnitudo. Berdasarkan data BMKG Stasiun Geofisika Ambon, pusat gempa berada di Laut Banda dengan kedalaman 50 kilometer, berjarak sekitar 136 kilometer arah timur laut dari Maluku Barat Daya.
BMKG mencatat gempa ini termasuk kategori gempa dangkal, yang timbul akibat deformasi batuan dalam slab Banda atau Intra-slab. Meski terasa cukup kuat, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan yang ditimbulkan, dan gempa dipastikan tidak menimbulkan risiko tsunami.
Skala Guncangan Dan Wilayah Terdampak
Intensitas guncangan berbeda-beda di beberapa lokasi. Di Maluku Barat Daya, gempa terasa dengan skala IV MMI, sementara di Mandona Hiera dirasakan III MMI.
Warga di Kabupaten Maluku Tengah, tepatnya Amahai, merasakan guncangan dengan skala II-III MMI. Meski peta seismograf menunjukkan guncangan hingga IV MMI, Kepala BPBD Maluku Barat Daya, Djemy Lico, menyebut bahwa banyak warga di daratan utama tidak merasakan getaran signifikan.
Pihaknya masih menunggu laporan dari pulau-pulau dan kecamatan terdampak untuk mengetahui kondisi di lapangan.
Baca Juga: Menaker Akui Kinerja K3 Nasional Masih Hadapi Tantangan Serius
Jenis Gempa Dan Mekanisme Terjadinya
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust). Gempa dangkal jenis ini biasanya disebabkan oleh deformasi internal pada lempeng tektonik di bawah laut, yang dalam hal ini berada di slab Banda.
Meskipun tidak menimbulkan tsunami, gempa dangkal dapat menyebabkan getaran yang cukup terasa di daratan, khususnya di wilayah dekat episenter. Hal ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat dan kesiapsiagaan warga serta pemerintah daerah terhadap bencana alam.
Imbauan Dan Tindakan Pemerintah Daerah
BPBD Maluku Barat Daya meminta masyarakat tetap tenang dan memantau informasi resmi dari BMKG. Kepala BPBD menegaskan, meski guncangan terasa cukup kuat di beberapa wilayah, hingga saat ini tidak ada laporan korban atau kerusakan.
Warga dihimbau untuk tetap siap siaga dengan mengikuti langkah-langkah mitigasi bencana, seperti menyiapkan perlengkapan darurat, memeriksa bangunan tempat tinggal, dan menghindari lokasi rawan longsor atau tebing curam. Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau situasi dan siap merespons jika laporan kerusakan atau korban masuk dari wilayah terdampak.
Gempa pagi ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Maluku Barat Daya dan sekitarnya bahwa meski tidak menimbulkan tsunami, gempa dangkal tetap memiliki potensi risiko. Kesiapsiagaan, pemahaman informasi resmi, dan langkah mitigasi menjadi kunci menjaga keselamatan masyarakat di wilayah rawan gempa.
Jangan lewatkan update berita seputaran Maluku Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari kumparan.com