Wilayah Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0. Getaran gempa dirasakan oleh sebagian masyarakat setempat meskipun tidak berlangsung lama.

Gempa ini tergolong gempa berkekuatan kecil, namun tetap menimbulkan perhatian warga karena terjadi secara tiba-tiba.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Maluku Indonesia.
Pusat Gempa Berada di Kedalaman 10 Kilometer
BMKG mencatat bahwa pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Kedalaman ini tergolong dangkal, sehingga getaran gempa masih dapat dirasakan oleh warga di sekitar pusat gempa.
Gempa dangkal umumnya disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di kerak bumi dan memiliki potensi getaran yang lebih terasa dibandingkan gempa dengan kedalaman lebih dalam.
Lokasi pusat gempa berada di wilayah daratan atau dekat pesisir Pulau Buru. Kondisi geologi wilayah tersebut memang didominasi oleh struktur batuan yang kompleks, sehingga rentan terhadap pergerakan tektonik.
Meskipun kedalamannya dangkal, kekuatan gempa yang relatif kecil membuat dampaknya tidak signifikan.
Dampak Gempa Terhadap Masyarakat Setempat
Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa magnitudo 3,0 tersebut. Sebagian warga mengaku merasakan getaran ringan, seperti guncangan singkat pada lantai atau dinding rumah.
Beberapa masyarakat sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar dalam keadaan aman.
Pemerintah daerah dan aparat setempat tetap melakukan pemantauan pascagempa guna memastikan tidak terjadi gempa susulan yang lebih besar.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca Juga: Kemenkumham Maluku Siap Cetak Generasi Unggul Melalui Magang Batch III
Wilayah Maluku Rawan Aktivitas Seismik

Provinsi Maluku dikenal sebagai salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia. Letaknya yang berada di zona pertemuan Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik menjadikan kawasan ini sering mengalami aktivitas gempa bumi.
Gempa dengan magnitudo kecil seperti yang terjadi di Buru merupakan bagian dari dinamika alam yang tidak dapat dihindari.
Para ahli menyebutkan bahwa gempa kecil justru dapat menjadi pelepas energi alami di dalam bumi. Namun demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dengan memahami langkah-langkah keselamatan saat gempa terjadi.
Kondisi Geografis Buru dan Kerawanan Gempa
Pulau Buru terletak di wilayah timur Indonesia yang dikenal memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi. Wilayah ini dipengaruhi oleh pergerakan beberapa lempeng besar dan mikro lempeng di sekitarnya, sehingga gempa bumi merupakan fenomena yang relatif sering terjadi.
Aktivitas gempa di Buru dan wilayah Maluku secara umum biasanya berkaitan dengan sesar lokal dan subduksi lempeng, yang dapat memicu gempa dengan kekuatan kecil hingga menengah.
Jangan lewatkan update berita seputaran Maluku Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari malukuterkini.com
- Gambar Kedua dari detik.com