Pemprov Maluku ajak warga konsumsi cabai kering dan ikan beku demi gaya hidup sehat dan praktis, dukung nutrisi harian keluarga.
Cabai kering kaya akan vitamin dan antioksidan, sementara ikan beku menyediakan protein penting bagi tubuh. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan mendorong pola makan lebih sehat dan praktis di rumah.
Melalui kampanye ini, Pemprov Maluku berharap masyarakat lebih sadar pentingnya nutrisi harian. Bagaimana program ini dijalankan dan manfaatnya bagi warga Maluku? Simak ulasan lengkapnya berikut ini di Maluku Indonesia.
Pemprov Maluku Kampanyekan Cabai Kering Dan Ikan Beku
Jumat (13/2/2026), Pemerintah Provinsi Maluku meluncurkan kampanye konsumsi cabai kering dan ikan beku sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan asupan bergizi masyarakat tetap terpenuhi. Program ini mengedukasi warga agar tidak hanya memilih bahan pangan secara visual.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi, menjelaskan bahwa masyarakat kerap lebih memilih bahan pangan segar, padahal cabai kering dan ikan beku tetap memiliki kandungan gizi tinggi. Edukasi menjadi kunci untuk mengubah pola pikir tersebut.
Kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat agar memilih bahan pangan yang bernutrisi, menekan fluktuasi harga, dan menjaga keamanan gizi di wilayah kepulauan Maluku.
Keunggulan Ikan Beku Bagi Nutrisi
Ikan beku adalah ikan yang langsung dibekukan setelah ditangkap, sehingga nilai nutrisinya tetap optimal. Berbeda dengan ikan segar yang melalui distribusi panjang, ikan beku mempertahankan protein, omega-3, dan vitamin penting bagi tubuh.
Faradilla menekankan bahwa sistem rantai dingin (cold chain) yang dijaga secara ketat selama pengangkutan memastikan mutu ikan tetap prima. Pembekuan cepat mencegah penurunan kualitas akibat suhu lingkungan.
Penelitian internasional bidang pangan pada 2022-2024 menunjukkan quick freezing mempertahankan protein dan asam lemak esensial hampir setara kondisi segar. Kandungan omega-3 stabil hingga beberapa bulan penyimpanan di suhu minus 18°C.
Baca Juga: Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku Awasi Pemberian Bantuan Hukum
Cabai Kering Sebagai Alternatif Pangan
Selain ikan beku, Pemprov Maluku mendorong konsumsi cabai kering untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, terutama ketika produksi cabai segar menurun akibat faktor cuaca. Cabai kering juga memudahkan penyimpanan jangka panjang.
Proses pengeringan hanya mengurangi kadar air, sementara vitamin dan senyawa bioaktif tetap terjaga. Cabai kering masih mengandung vitamin A, vitamin C, dan capsaicin sebagai antioksidan, sehingga tetap bernutrisi tinggi.
Meski ada sedikit penurunan vitamin C akibat pengeringan, kandungan antioksidan relatif stabil bila proses pengeringan tepat dan penyimpanan dikontrol. Cabai kering menjadi solusi praktis dan sehat bagi keluarga sehari-hari.
Tantangan Persepsi Masyarakat
Tantangan utama kampanye ini adalah persepsi warga yang lebih menyukai tampilan bahan pangan segar. Banyak yang menilai segar lebih enak atau lebih sehat, padahal kandungan gizinya tidak selalu lebih tinggi.
Melalui sosialisasi dan edukasi gizi masif, pemerintah daerah berharap warga memahami bahwa pilihan pangan tidak hanya soal tampilan, tetapi juga keamanan, nilai gizi, dan kontribusi terhadap stabilitas ekonomi lokal.
Kampanye ini juga mengajak masyarakat mendukung pengendalian inflasi, terutama pada komoditas perikanan dan hortikultura yang sering memicu fluktuasi harga di Maluku.
Strategi Pengendalian Inflasi Dan Keberlanjutan
Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi di Maluku. Konsumsi cabai kering dan ikan beku membantu menstabilkan harga komoditas perikanan dan hortikultura di pasar lokal.
Faradilla menekankan kampanye ini bersifat berkelanjutan. Edukasi, sosialisasi, dan dukungan infrastruktur rantai dingin akan terus ditingkatkan agar masyarakat memiliki akses ke pangan bergizi.
Dengan strategi ini, Pemprov Maluku berharap konsumsi pangan bergizi meningkat, inflasi terkendali, dan warga semakin sadar pentingnya nutrisi, keamanan pangan, serta pengelolaan hasil laut dan pertanian secara bijak.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ambon.antaranews.com
- Gambar Kedua dari ambon.antaranews.com