Sebuah longboat tenggelam di perairan Bibinoi, Halmahera Selatan, diduga banyak korban, Tim SAR dan warga setempat segera melakukan evakuasi.
Tragedi terjadi di perairan Bibinoi, Halmahera Selatan, setelah sebuah longboat dikabarkan tenggelam. Kabar awal menyebutkan dugaan adanya banyak korban akibat peristiwa ini. Kejadian ini menjadi perhatian serius pihak berwenang dan masyarakat setempat karena potensi korban yang cukup besar serta kondisi laut yang menantang.
Longboat yang tenggelam itu diperkirakan membawa penumpang dari sejumlah desa di sekitar Halmahera Selatan. Kondisi cuaca dan gelombang laut disebut sebagai faktor yang turut memperburuk situasi. Masyarakat dan pihak terkait langsung bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan.
Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku hanya di Maluku Indonesia.
Kronologi Longboat Tenggelam
Longboat tersebut dilaporkan berangkat pada pagi hari menuju pulau-pulau sekitar Halmahera Selatan. Menurut saksi mata, perahu mulai mengalami kesulitan saat gelombang laut meningkat secara tiba-tiba.
Dalam waktu singkat, kondisi menjadi kritis ketika kapal mulai oleng dan akhirnya terbalik. Penumpang yang berada di atas kapal panik, banyak yang tercebur ke laut dan berusaha mencari pegangan untuk menyelamatkan diri.
Beberapa warga sekitar yang melihat kejadian langsung menghubungi pihak berwenang. Tim SAR dan aparat kepolisian laut segera diterjunkan untuk menolong para korban dan melakukan pencarian.
Dugaan Penyebab Tenggelamnya Longboat
Pihak berwenang menduga bahwa faktor gelombang tinggi dan cuaca buruk menjadi pemicu utama tenggelamnya longboat. Kondisi cuaca di perairan Halmahera Selatan memang sedang tidak stabil, dengan angin kencang dan gelombang mencapai ketinggian berbahaya.
Selain itu, kapasitas penumpang longboat yang melebihi batas juga menjadi faktor risiko. Perahu kecil dengan penumpang berlebih akan lebih mudah oleng saat menghadapi gelombang tinggi.
Investigasi awal juga menyinggung kemungkinan perlengkapan keselamatan yang minim. Ketiadaan pelampung dan peralatan penyelamat lain membuat penumpang kesulitan bertahan di laut sebelum bantuan datang.
Baca Juga: Kerja Sama Pemprov Dan Konjen RRT Tingkatkan Pendidikan Vokasi Malut
Upaya Evakuasi dan Pencarian Korban
Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian dan nelayan setempat langsung melakukan evakuasi. Proses pencarian dilakukan sejak kabar tenggelamnya kapal diterima, menggunakan perahu kecil dan alat bantu penyelamat.
Masyarakat sekitar juga ikut membantu, menyisir perairan dan membawa korban yang berhasil diselamatkan ke daratan. Lokasi pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir longboat terlihat sebelum tenggelam.
Evakuasi terus berlangsung hingga malam hari dengan koordinasi intensif antarinstansi. Prioritas utama adalah menemukan korban yang tercebur dan memastikan mereka mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.
Dugaan Korban dan Dampak
Hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai jumlah penumpang yang berada di atas longboat. Namun, pihak berwenang menduga banyak korban, baik yang berhasil diselamatkan maupun yang masih hilang.
Keluarga penumpang terlihat cemas menunggu kabar. Warga sekitar membantu proses identifikasi korban dan memberikan informasi awal kepada aparat. Kejadian ini menimbulkan trauma dan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Dampak jangka pendek lainnya termasuk gangguan aktivitas transportasi laut dan keterlambatan pengiriman logistik antar pulau. Pemerintah daerah dan aparat SAR terus berupaya meminimalkan risiko tambahan selama proses evakuasi.
Imbauan Keselamatan Bagi Warga
Pihak berwenang mengimbau warga dan nelayan agar selalu memeriksa kondisi cuaca sebelum berlayar. Jangan memaksakan perjalanan saat gelombang tinggi atau cuaca buruk.
Selain itu, peralatan keselamatan seperti pelampung dan perahu cadangan wajib tersedia di setiap kapal. Penumpang juga diimbau tidak melebihi kapasitas kapal agar keselamatan tetap terjaga.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa keselamatan di laut harus menjadi prioritas. Edukasi dan koordinasi antara nelayan, masyarakat, dan aparat terkait sangat penting untuk mencegah tragedi serupa.
Luangkan waktu anda untuk membaca agar menamba wawasan anda tentang kekadian di Maluku hanya ada di Maluku Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Tribun Ternate
- Gambar Kedua dari ANTARA News Jawa Barat