Hutan Tanjung Sombayang di Desa Haria, Maluku Tengah, terbakar hebat selama lima jam, memicu kepanikan warga sekitar.
Si jago merah melahap sebagian Hutan Tanjung Sombayang di Desa Haria, Maluku Tengah. Kebakaran masif ini menyoroti rentannya ekosistem hutan di musim kemarau dan menampilkan solidaritas masyarakat serta petugas dalam pemadaman selama lima jam. Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Maluku Indonesia.
Kobaran Api di Jantung Hutan Tanjung Sombayang
Sabtu, 18 Januari 2026, ketenangan Desa Haria, Maluku Tengah, terusik oleh kepulan asap tebal dari Hutan Tanjung Sombayang. Kobaran api melahap vegetasi, memicu kepanikan warga. Kebakaran cepat meluas, diperparah cuaca kering dan angin kencang.
Api yang membakar Hutan Tanjung Sombayang ini berlangsung selama kurang lebih lima jam. Petugas dan masyarakat bahu-membahu berjuang memadamkan api yang terus merambat. Upaya pemadaman ini merupakan pertaruhan waktu dan tenaga, mengingat pentingnya hutan sebagai penopang ekosistem dan sumber daya alam bagi masyarakat setempat.
Meskipun api akhirnya berhasil dipadamkan, luasan lahan yang terbakar belum dapat dipastikan secara detail. Namun, kerugian ekologis yang ditimbulkan diperkirakan tidak sedikit, mengingat keanekaragaman hayati yang mungkin terdampak. Insiden ini menyoroti kerentanan hutan kita terhadap ancaman kebakaran.
Proses Pemadaman Yang Penuh Tantangan
Tim gabungan BPBD Maluku Tengah, dibantu TNI, Polri, dan masyarakat, segera bergerak ke lokasi setelah laporan kebakaran diterima. Akses sulit ke titik api menjadi tantangan utama, sementara medan terjal dan minimnya sumber air semakin mempersulit pemadaman.
Para petugas pemadam kebakaran dan relawan harus berjuang ekstra keras. Mereka menggunakan peralatan seadanya, seperti ranting pohon dan alat semprot air manual, untuk mengendalikan api. Solidaritas dan semangat gotong royong warga menjadi kunci penting dalam mempercepat proses pemadaman api.
Setelah berjibaku selama sekitar lima jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat. Namun, sisa-sisa bara api masih perlu dipantau untuk mencegah potensi kebakaran susulan yang bisa terjadi.
Baca Juga: IWIP Maluku Utara Melesat, Hilirisasi Nikel Buka Pusat Ekonomi Baru
Dugaan Penyebab Dan Dampak Lingkungan
Hingga saat ini, penyebab kebakaran Hutan Tanjung Sombayang masih diselidiki pihak berwenang. Dugaan awal mengarah pada aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan untuk membuka perkebunan atau kelalaian membuang puntung rokok. Musim kemarau panjang juga mempercepat penyebaran api.
Dampak lingkungan dari kebakaran ini sangat serius. Hilangnya sebagian vegetasi hutan dapat menyebabkan erosi tanah, terutama saat musim hujan tiba. Satwa liar yang habitatnya terbakar juga terancam, dan kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran bisa menurun akibat asap.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya reboisasi dan pencegahan yang lebih gencar di masa mendatang. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan harus terus ditingkatkan untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.
Pentingnya Pencegahan Dan Mitigasi Bencana
Insiden kebakaran di Hutan Tanjung Sombayang ini menjadi pengingat penting akan urgensi pencegahan bencana. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk mengidentifikasi area-area rawan kebakaran dan melakukan langkah mitigasi yang proaktif. Patroli rutin dan pemasangan rambu peringatan bahaya kebakaran perlu digalakkan.
Selain itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan. Setiap individu memiliki peran dalam mencegah kebakaran hutan, mulai dari tidak membakar sampah sembarangan hingga memastikan api benar-benar padam setelah digunakan untuk kegiatan di luar ruangan.
Pembentukan tim siaga kebakaran desa dan pelatihan dasar pemadaman api bagi warga juga bisa menjadi langkah efektif. Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan dampak dari bencana kebakaran hutan dapat diminimalisir di masa depan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Maluku Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari ambon.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari indonesiana.id