Pemerintah Provinsi Maluku menetapkan Masjid Raya Al Fatah Ambon sebagai pusat pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan umat Islam sekaligus menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk dan tertib.
Masjid Raya Al Fatah dipilih karena memiliki kapasitas jamaah yang besar serta fasilitas pendukung yang memadai. Selain itu, masjid ini juga memiliki nilai historis dan simbolis bagi masyarakat Maluku.
Dengan pemusatan pelaksanaan shalat, Pemprov berharap pelaksanaan ibadah dapat berjalan lancar, aman, serta menjadi momentum mempererat persaudaraan dan toleransi antarwarga di Ambon dan sekitarnya.
Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Maluku Indonesia.
Persiapan Pemerintah Daerah
Dalam rangka menyukseskan Shalat Idul Adha terpusat, Pemerintah Provinsi Maluku melakukan berbagai persiapan teknis dan nonteknis secara matang.
Koordinasi dilakukan bersama pengurus Masjid Raya Al Fatah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Pemerintah memastikan kebersihan area masjid, kesiapan tempat wudhu, pengaturan arus jamaah, dan sistem parkir yang tertib.
Selain itu, pengamanan juga diperketat guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jamaah.
Pemprov Maluku menegaskan bahwa seluruh persiapan tersebut bertujuan mendukung pelaksanaan ibadah yang khidmat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban umum.
Pelaksanaan Ibadah Idul Adha
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Fatah Ambon direncanakan berlangsung pada pagi hari sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kota Ambon diperkirakan akan memadati area masjid sejak subuh. Khatib dan imam yang ditunjuk merupakan tokoh agama yang memiliki kompetensi dan pemahaman keislaman yang baik.
Dalam khutbah Idul Adha, jamaah diajak untuk meneladani nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Momentum Idul Adha ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat solidaritas umat serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Juga:
Makna Sosial Dari Idul Adha
Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga memiliki nilai sosial yang sangat kuat. Pemerintah Provinsi Maluku menekankan pentingnya semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama melalui pelaksanaan ibadah kurban.
Daging kurban diharapkan dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat rasa keadilan sosial dan kebersamaan.
Pemusatan Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Fatah juga menjadi simbol persatuan umat Islam Maluku dalam merayakan hari besar keagamaan secara damai dan penuh kebersamaan.
Harapan Pemprov Maluku
Melalui pemusatan Shalat Idul Adha ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap tercipta suasana religius yang menyejukkan serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Pemprov juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan saling menghormati selama pelaksanaan ibadah. Diharapkan, perayaan Idul Adha tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Maluku.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kerukunan umat beragama di Provinsi Maluku secara berkelanjutan dan inklusif.
Jangan lewatkan update berita seputaran Maluku Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari malukuterkini.com
- Gambar Kedua dari detik.com