Upaya SAR Terus Berlanjut Cari Dua Nelayan Hilma Di Halmahera Selatan

Upaya SAR Terus Berlanjut Cari Dua Nelayan Hilma Di Halmahera Selatan
Bagikan

Tim SAR gabungan terus mencari dua nelayan hilang di perairan Halmahera Selatan, upaya pencarian berlangsung intensif.

Upaya SAR Terus Berlanjut Cari Dua Nelayan Hilma Di Halmahera Selatan

Dua nelayan Maluku Indonesia dilaporkan hilang di perairan Halmahera Selatan. Tim SAR gabungan dikerahkan penuh untuk menelusuri jejak mereka dan memastikan keselamatan. Proses pencarian yang menegangkan ini menjadi perhatian masyarakat setempat, sembari harapan terus menyala bagi keluarga korban.

Dua Nelayan Hilang Di Perairan Halmahera Selatan

Kantor SAR Ternate, Maluku Utara, melaporkan dua nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan Desa Kuwo, Halmahera Selatan, pada 21 Januari 2026. Korban menggunakan perahu katinting saat dalam perjalanan dari Desa Widi menuju Desa Kuwo. Peristiwa ini menimbulkan kondisi membahayakan jiwa dan menjadi perhatian serius pihak SAR serta masyarakat setempat.

Korban yang hilang bernama Set Popoko (58 tahun) dan Festus Ramuda (44 tahun). Mereka memutuskan untuk kembali ke arah semula karena terdapat barang yang jatuh ke laut, sementara satu perahu katinting lainnya tetap melanjutkan perjalanan. Hingga batas waktu yang ditentukan, perahu korban tidak kunjung tiba di Desa Kuwo.

Kehilangan kontak ini segera menimbulkan keresahan di antara rekan dan keluarga. Upaya pencarian awal dilakukan oleh masyarakat di sepanjang jalur penyeberangan, namun tidak membuahkan hasil. Kondisi ini memaksa pemerintah desa setempat untuk melaporkan kejadian ke Basarnas guna meminta bantuan profesional.

Pencarian Awal Oleh Masyarakat Desa

Sejak laporan pertama diterima pada 21 Januari, masyarakat Desa Kuwo langsung melakukan pencarian mandiri. Mereka menelusuri jalur perairan dan area pesisir yang menjadi rute perjalanan perahu katinting, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kedua nelayan maupun perahunya.

Upaya pencarian yang dilakukan warga menunjukkan solidaritas tinggi, meskipun keterbatasan alat dan pengalaman menghadapi kondisi laut yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri. Pencarian ini mencerminkan kesadaran masyarakat terhadap risiko perairan dan kepedulian terhadap keselamatan sesama warga.

Karena upaya lokal belum membuahkan hasil, pemerintah desa akhirnya memutuskan untuk melibatkan Basarnas. Laporan resmi disampaikan agar operasi pencarian dan evakuasi dapat dilakukan secara profesional dan terkoordinasi dengan tim SAR yang memiliki pengalaman serta peralatan memadai.

Baca Juga: Siap Digelar! Polda Maluku Luncurkan Operasi Keselamatan Salawaku 2026

Operasi SAR Ternate Dikerahkan

Operasi SAR Ternate Dikerahkan 700

Pada 24 Januari 2026 pukul 06.20 WIT, Tim SAR Ternate bergerak menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di Desa Kuwo. Operasi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian serta meningkatkan peluang menemukan korban selamat.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyampaikan bahwa pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk kantor SAR Ternate, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malut, Pemerintah Desa Kuwo, dan masyarakat setempat. Koordinasi lintas lembaga ini menjadi kunci dalam memastikan operasi berjalan cepat dan aman.

Tim SAR menyiapkan peralatan lengkap, mulai dari perahu pencarian, alat komunikasi, hingga perlengkapan keselamatan. Pendekatan sistematis dilakukan dengan menelusuri jalur yang kemungkinan dilewati korban, sekaligus memantau kondisi cuaca dan arus laut yang dapat memengaruhi operasi.

Harapan Dan Tantangan Pencarian

Meskipun upaya SAR sudah terkoordinasi, pencarian di perairan Halmahera Selatan menghadapi sejumlah tantangan. Arus laut yang kuat dan kondisi cuaca yang tak menentu menjadi kendala utama. Selain itu, area perairan yang luas membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak kehilangan jejak korban.

Kepala SAR menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam mendukung operasi. Informasi dari warga mengenai lokasi terakhir terlihatnya perahu atau korban sangat membantu tim SAR untuk mempersempit area pencarian. Dukungan ini diharapkan mempercepat proses evakuasi.

Harapan tetap tinggi agar kedua nelayan dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Pemerintah desa dan tim SAR terus memantau perkembangan di lapangan, sambil memastikan operasi pencarian dilakukan secara menyeluruh dan aman. Keluarga korban pun menunggu kabar dengan penuh harap, sembari tim SAR bekerja tanpa henti untuk membawa hasil positif.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari ambon.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari merdeka.com