Seluruh Elemen Masyarakat Buru Selatan Bersatu Dalam Deklarasi Damai, Ada Apa Sebenarnya?

Seluruh Elemen Masyarakat Buru Selatan Bersatu Dalam Deklarasi Damai
Bagikan

Berbagai elemen masyarakat Buru Selatan berkumpul dan bersatu dalam deklarasi damai, menegaskan komitmen menjaga keharmonisan daerah.

Seluruh Elemen Masyarakat Buru Selatan Bersatu Dalam Deklarasi Damai

Buru Selatan (Bursel) menegaskan komitmen menjaga perdamaian. Berbagai elemen masyarakat, mulai OKP Cipayung, Ormas, pemerintah daerah, hingga Polres Bursel, berkumpul mengikrarkan deklarasi damai. Acara yang digagas BINDA Maluku ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud sinergi mencegah konflik sosial demi terciptanya Bursel harmonis.

Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Maluku Indonesia.

Sinergi Lintas Elemen Wujudkan Kamtibmas

Deklarasi damai di Pantai Wisata Tanjung Merpati, Desa Waefusi, Kecamatan Namrole, Sabtu (17/1/2026), menjadi tonggak penting bagi Buru Selatan. Acara ini menyatukan berbagai pihak, termasuk OKP-Cipayung melalui Flobamorata Bursel, Pemuda Muslim Labuang (Pemula), SEMMI, dan PMII Cabang Buru Selatan.

Pemerintah Daerah turut hadir dan mendukung penuh inisiatif ini, menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas wilayah. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily, Wakil Ketua I DPRD Ahmadan Loilatu, serta Plt Sekretaris Daerah Hadi Longa. Kehadiran mereka menegaskan dukungan struktural terhadap upaya perdamaian ini.

Tak ketinggalan, aparat keamanan dari Polres Buru Selatan yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Syarifuddin, serta Danramil Leksula, juga turut serta. Partisipasi aktif dari berbagai instansi dan organisasi ini mencerminkan tekad bersama untuk menciptakan kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan damai di seluruh penjuru Bursel.

Ngopi Bareng, Ruang Dialog Dan Pemersatu Persepsi

Acara deklarasi ini dibalut dalam suasana “ngopi bareng” yang kasual namun bermakna. Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar minum kopi bersama. Ini adalah ruang dialog, silaturahmi, dan menyatukan persepsi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat di Bursel.

Dialog semacam ini sangat krusial karena Kamtibmas merupakan pondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah. Tanpa rasa aman dan damai, proses pembangunan tidak dapat berjalan dengan optimal. Oleh karena itu, membangun komunikasi yang efektif dan saling pengertian antar komponen masyarakat menjadi sangat penting.

Melalui interaksi santai ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Momen ini juga menjadi ajang untuk menegaskan kembali nilai “hidup orang basudara,” sebuah kearifan lokal masyarakat Maluku yang mengedepankan persatuan dan kesatuan.

Baca Juga: Mencekam! Bus Rombongan KKN UGM Alami Kecelakaan di Maluku

Komitmen Bersama Dalam Pencegahan Konflik

 Komitmen Bersama Dalam Pencegahan Konflik​​​ ​

Tema yang diusung dalam kegiatan ini, “Sinergi Mencegah Konflik Sosial demi Buru Selatan yang Harmonis,” sangat relevan. Upaya pencegahan konflik sosial harus dilakukan secara bersama-sama, membutuhkan sinergitas, komunikasi, dan saling pengertian dari semua pihak.

Sebagai wujud nyata komitmen ini, para peserta dialog bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) turut membubuhkan tanda tangan pada deklarasi damai. Penandatanganan ini simbolisasi kesepakatan untuk bekerja sama dalam menjaga Kamtibmas yang aman dan damai di Kabupaten Buru Selatan.

Inisiatif BINDA Maluku ini didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Bursel serta seluruh OKP dan Ormas/Paguyuban, termasuk tokoh lintas agama. Keterlibatan semua pihak ini menunjukkan bahwa upaya menjaga perdamaian adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan partisipasi dari setiap lapisan masyarakat.

Menuju Bursel Yang Harmonis Dan Berkelanjutan

Deklarasi damai ini bukan hanya seremonial, melainkan pijakan kuat untuk membangun Bursel yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Dengan adanya sinergi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, potensi konflik dapat diminimalisir. Ini akan membuka jalan bagi percepatan pembangunan di segala sektor.

Masyarakat Buru Selatan diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan ini. Keterlibatan aktif dari setiap warga dalam menjaga lingkungan yang kondusif adalah kunci keberhasilan. Pentingnya mengedepankan dialog dan musyawarah untuk menyelesaikan perbedaan adalah nilai yang harus terus dipupuk.

Semoga deklarasi damai ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dan terus membawa dampak positif bagi kemajuan Buru Selatan. Dengan semangat persatuan, daerah ini dapat terus tumbuh menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.

Jangan lewatkan update berita seputaran Maluku Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari ambon.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari lensamaluku.com