Tim Pengendali Genting SBT menyalurkan bantuan nutrisi langsung ke rumah warga KRS sebagai langkah nyata pencegahan stunting.
Upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi terus diperkuat di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Tim Pengendali Genting SBT yang turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan nutrisi kepada warga Keluarga Risiko Stunting (KRS). Program ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi generasi masa depan dari ancaman stunting.
Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku hanya di Maluku Indonesia.
Peran Tim Pengendali Genting SBT
Tim Pengendali Genting SBT dibentuk sebagai ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting di wilayah Seram Bagian Timur. Tim ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga kader di tingkat desa.
Melalui kerja kolaboratif, tim bertugas memetakan keluarga yang masuk kategori KRS berdasarkan data dan hasil pemantauan di lapangan. Dengan data tersebut, intervensi yang dilakukan menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga.
Selain menyalurkan bantuan nutrisi, Tim Pengendali Genting SBT juga berperan dalam memberikan pendampingan dan edukasi. Tujuannya agar keluarga penerima bantuan tidak hanya menerima asupan gizi, tetapi juga memahami pola hidup sehat untuk jangka panjang.
Bantuan Nutrisi Langsung ke Rumah Warga
Penyaluran bantuan nutrisi dilakukan dengan cara mendatangi langsung rumah warga KRS. Metode ini dipilih untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan tanpa hambatan distribusi.
Bantuan yang diberikan mencakup bahan pangan bergizi seperti telur, susu, makanan tambahan balita, serta kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui. Seluruh paket bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima.
Selain penyerahan bantuan, tim juga melakukan dialog singkat dengan keluarga. Edukasi mengenai cara pengolahan makanan bergizi dan pentingnya kebersihan lingkungan turut disampaikan agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara optimal.
Baca Juga: Sejarah Baru: Elvira Nahusona Jadi Perempuan Maluku Pertama Di PRMI
Fokus Pencegahan Stunting Sejak Dini
Program bantuan nutrisi ini merupakan bagian dari strategi pencegahan stunting sejak dini. Pemerintah Kabupaten SBT menyadari bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kecerdasan dan produktivitas di masa depan.
Dengan menyasar keluarga berisiko, intervensi dapat dilakukan sebelum stunting benar-benar terjadi. Pendekatan preventif ini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan ketika stunting sudah terlanjur dialami anak.
Melalui dukungan nutrisi dan edukasi berkelanjutan, diharapkan orang tua memiliki kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya gizi seimbang. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi SBT yang sehat dan berkualitas.
Respons Positif Dari Masyarakat KRS
Warga KRS menyambut positif kehadiran Tim Pengendali Genting SBT. Banyak keluarga mengaku merasa terbantu dengan bantuan nutrisi yang diberikan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
Pendekatan langsung ke rumah juga membuat warga merasa lebih diperhatikan dan tidak sungkan untuk menyampaikan keluhan atau kebutuhan mereka. Interaksi ini menjadi momen penting untuk membangun kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah.
Respons positif ini menjadi dorongan bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas program. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberhasilan upaya penurunan stunting di Kabupaten SBT.
Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program penanggulangan stunting secara berkelanjutan. Bantuan nutrisi langsung ke rumah warga KRS akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar memberikan dampak maksimal.
Ke depan, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat, termasuk dengan puskesmas, pemerintah desa, dan kader kesehatan. Dengan kerja sama yang solid, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga berisiko.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah stunting. Kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi SBT yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Luangkan waktu anda untuk membaca agar menamba wawasan anda tentang kekadian di Maluku hanya ada di Maluku Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Tribun Maluku
- Gambar Kedua dari Tribun Maluku