Inflasi di Ambon tercatat tertinggi di Maluku akibat melonjaknya harga tiket pesawat dan kebutuhan pangan pokok.
Kenaikan harga transportasi udara, beras, minyak goreng, telur, dan sayuran membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, menekan daya beli warga. Pemerintah daerah tengah mengambil langkah antisipatif, termasuk pengawasan harga.
Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Maluku di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Maluku Indonesia.
Naiknya Tiket Pesawat dan Harga Pangan
Inflasi di Kota Ambon, Maluku, tercatat sebagai yang tertinggi di provinsi tersebut pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku melaporkan kenaikan harga yang cukup signifikan, didorong oleh naiknya tarif angkutan udara dan harga bahan pangan pokok. Kenaikan ini memengaruhi daya beli masyarakat.
Kepala BPS Maluku menyebutkan, inflasi Ambon pada bulan Januari 2026 mencapai 1,2 persen secara bulanan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Maluku, yang rata-rata mengalami inflasi di kisaran 0,5 hingga 0,8 persen. Faktor utama yang memicu inflasi adalah kenaikan harga transportasi udara.
Kenaikan tarif angkutan udara, terutama rute Ambon Jakarta dan Ambon Surabaya, disebut sebagai penyumbang terbesar inflasi. Masyarakat yang mengandalkan pesawat untuk keperluan bisnis, pendidikan, dan kesehatan merasakan langsung dampaknya. Pemerintah daerah pun diharapkan.
Melambungnya Harga Pangan Tekan Kantong Warga
Selain transportasi, harga pangan pokok juga menjadi faktor dominan penyebab inflasi. Komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, dan sayuran mengalami kenaikan harga di pasar tradisional maupun modern. Kenaikan ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga berpendapatan rendah.
Seorang pedagang pasar di Kota Ambon mengatakan bahwa pasokan beberapa jenis sayuran dan buah sempat terganggu akibat cuaca ekstrem di daerah penghasil. Hal ini menyebabkan harga melonjak karena stok terbatas. Selain itu, biaya logistik yang tinggi untuk mengirim bahan pangan ke kota kepulauan juga ikut menaikkan harga.
Masyarakat menyebutkan bahwa pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari meningkat, bahkan beberapa warga harus menyesuaikan pola belanja. Situasi ini menekan daya beli warga dan berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi lokal jika tidak segera diantisipasi.
Baca Juga: Wagub Maluku Ingatkan ASN Disiplin Dan Optimis Meski Anggaran Terbatas
Ambon Paling Mahal di Maluku, Pemerintah Turun Tangan
Pemerintah Provinsi Maluku menyadari tingginya inflasi di Ambon dan tengah menyiapkan langkah antisipatif. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku menekankan pentingnya pengawasan harga bahan pokok dan koordinasi dengan distributor untuk menjaga stabilitas pasokan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan moda transportasi alternatif, termasuk kapal laut, untuk mengurangi ketergantungan pada angkutan udara yang mahal. Upaya ini diharapkan dapat menekan biaya logistik dan membantu menstabilkan harga barang di pasar.
Beberapa program bantuan sosial, seperti pemberian sembako murah bagi keluarga kurang mampu, juga diperluas. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat terdampak inflasi sementara pemerintah menunggu stabilisasi harga.
Proyeksi Inflasi dan Saran bagi Warga
Ekonom lokal memperkirakan inflasi Ambon masih akan cukup tinggi dalam beberapa bulan ke depan jika harga angkutan udara dan pangan tidak terkendali. Mereka menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam pengeluaran serta memanfaatkan sumber pangan lokal yang lebih terjangkau.
Selain itu, pemantauan rutin harga dan pasokan bahan pokok oleh pemerintah serta pihak terkait sangat penting untuk mencegah lonjakan inflasi lebih lanjut.
Edukasi mengenai pola konsumsi yang efisien juga diharapkan membantu rumah tangga menyesuaikan pengeluaran di tengah kenaikan harga.
Luangkan waktu anda untuk membaca agar menamba wawasan anda tentang kekadian di Maluku hanya ada di Maluku Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari ambon.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari info-ambon.com