Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Kamis pagi.
Letusan yang terjadi memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.100 meter ke udara, yang kemudian terlihat jelas dari sejumlah wilayah sekitar Gunung Dukono. Peristiwa ini sempat mengejutkan warga setempat yang melihat kepulan abu membumbung tinggi dari arah kawah, sehingga membuat suasana sekitar menjadi waspada. Simak selengkapnya hanya di Maluku Indonesia.
Gunung Dukono Di Maluku Utara Kembali Erupsi
Gunung Dukono yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Kamis pagi, 9 April 2026. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu yang cukup tinggi dan sempat menjadi perhatian warga sekitar. Aktivitas ini kembali menegaskan bahwa Gunung Dukono masih berada dalam kondisi aktif dan terus dipantau oleh pihak berwenang.
Erupsi terjadi pada pagi hari dan terekam jelas oleh alat pemantau gunung api. Kolom abu yang keluar dari kawah utama terlihat membumbung tinggi ke atmosfer. Masyarakat di sekitar kawasan gunung juga melaporkan adanya kepulan asap yang cukup tebal dari kejauhan.
Pihak Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono segera mengonfirmasi kejadian tersebut. Data awal menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berada dalam kategori fluktuatif. Meskipun demikian, kondisi ini tidak mengarah pada peningkatan status dalam waktu dekat, namun tetap harus diwaspadai.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Erupsi Terjadi Pagi Hari Dengan Kolom Abu
Letusan Gunung Dukono terjadi sekitar pukul 08.05 WIT dan menghasilkan kolom abu yang mencapai sekitar 1.100 meter di atas puncak. Abu vulkanik tersebut terlihat berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Kondisi ini membuat langit di sekitar kawasan Halmahera Utara tampak sedikit gelap.
Menurut petugas pengamatan, erupsi berlangsung cukup singkat namun cukup kuat untuk memuntahkan material vulkanik ke udara. Getaran letusan juga terekam oleh seismograf dengan amplitudo yang cukup signifikan. Durasi erupsi tercatat kurang dari satu menit namun tetap menunjukkan aktivitas yang aktif.
Warga sekitar melaporkan bahwa suara dentuman sempat terdengar lemah dari kejauhan. Meski tidak menimbulkan kepanikan besar, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca juga mempengaruhi arah sebaran abu pada saat erupsi terjadi.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam! SDN 1 Namlea Terbakar Hebat
Arah Sebaran Abu Mengarah Ke Wilayah Timur
Dalam laporan resmi, kolom abu Gunung Dukono terpantau bergerak ke arah timur mengikuti arah angin. Hal ini menyebabkan sebaran abu tidak merata di seluruh wilayah sekitar gunung. Beberapa area tertentu mendapatkan dampak lebih besar dibandingkan wilayah lainnya.
Abu yang terbawa angin memiliki intensitas sedang hingga tebal di beberapa titik. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat terutama yang berada di luar ruangan. Oleh karena itu, penggunaan masker sangat dianjurkan untuk menghindari gangguan pernapasan.
Petugas pemantau terus melakukan pengamatan dari Pos PGA yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan perkembangan aktivitas gunung tetap terkontrol. Informasi terbaru juga terus diperbarui kepada masyarakat melalui kanal resmi.
Status Gunung Masih Waspada Dengan Aktivitas
Hingga saat ini, Gunung Dukono masih berada pada status Level II atau Waspada. Status ini menunjukkan bahwa gunung masih aktif dan berpotensi mengalami erupsi sewaktu-waktu. Meski demikian, belum ada indikasi peningkatan status dalam waktu dekat.
Data pengamatan menunjukkan bahwa Gunung Dukono memiliki frekuensi letusan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Bahkan dalam periode sebelumnya, tercatat puluhan kali letusan dalam satu hari. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas magma di dalam gunung masih cukup dinamis.
Pihak berwenang menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Zona ini dianggap sebagai area berbahaya yang dapat terdampak langsung jika terjadi letusan susulan. Kepatuhan terhadap imbauan ini sangat penting untuk keselamatan bersama.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com