Longboat tenggelam di Laut Tanimbar, 6 penumpang selamat, 3 tewas, 1 masih hilang, Tim SAR terus lakukan pencarian korban.
Tragedi terjadi di perairan Laut Tanimbar saat sebuah longboat terbalik. Dari 10 penumpang, 6 berhasil selamat, namun 3 tewas dan 1 masih hilang. Tim SAR langsung dikerahkan untuk pencarian, sementara keluarga dan warga setempat menunggu kabar terkini dengan cemas.
Peristiwa Maluku Indonesia ini menjadi peringatan penting soal keselamatan transportasi laut di wilayah tersebut.
Tragedi Longboat Di Laut Tanimbar
Selasa (10/2/2026) dini hari, sebuah longboat yang mengangkut sepuluh orang penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Laut Kepulauan Tanimbar, Maluku. Insiden terjadi ketika gelombang tinggi menghantam kapal yang sedang berlayar dari Pulau Wetar menuju Desa Karatat, Kecamatan Wuar Labobar.
Dari sepuluh penumpang, enam orang berhasil diselamatkan oleh warga setempat, sementara tiga lainnya tewas dan satu penumpang masih hilang. Kondisi cuaca buruk menjadi faktor utama kecelakaan yang menimpa longboat ini.
Kepala BPBD Kepulauan Tanimbar, Bruno Layan, menyatakan warga Desa Watmasa segera memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi korban selamat dan membantu pemulangan korban tewas ke desa masing-masing, sehingga meminimalisir risiko tambahan.
Kronologi Kecelakaan Longboat
Bruno menjelaskan longboat bertolak dini hari dan sempat menempuh perjalanan aman sebelum diterpa angin kencang. Saat berada di depan Desa Watmasa, gelombang tinggi tiba-tiba menghantam kapal hingga terbalik.
Longboat yang membawa penumpang dewasa maupun anak-anak tersebut tak mampu menahan guncangan gelombang. Para penumpang yang tidak bisa berenang sempat terombang-ambing hingga diselamatkan warga sekitar.
Menurut Bruno, kejadian ini menekankan pentingnya kesiapan alat keselamatan dan informasi cuaca sebelum berlayar di perairan Tanimbar. Cuaca ekstrem sering muncul di wilayah ini sehingga risiko kecelakaan cukup tinggi.
Baca Juga: DPRD Maluku Genjot Proyek Strategis, Ekonomi Rakyat Siap Melejit!
Upaya Penyelamatan Dan Evakuasi Korban
Warga Desa Watmasa yang mengetahui kecelakaan langsung mengerahkan perahu kecil untuk menolong korban. Enam orang penumpang berhasil diselamatkan dan dibawa ke daratan dengan selamat.
Sementara itu, tiga korban meninggal dunia yakni Nuria Ubfan (59), Nurhaji Maulana (34), dan Irma Paca (42) telah dipulangkan ke desa masing-masing untuk prosesi pemakaman. Warga bergotong royong membantu proses evakuasi.
BPBD Kepulauan Tanimbar terus berkoordinasi dengan Basarnas dan Polairud untuk mencari satu penumpang yang masih hilang. Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung Rabu, 11 Februari 2026, pagi, di perairan sekitar lokasi kecelakaan.
Daftar Penumpang Dan Status Korban
Dari sepuluh penumpang, enam selamat termasuk pengemudi atau nahkoda Jeki Kalean (29) dan beberapa anak-anak. Korban selamat lain adalah Ardiwiranata Luturmas (26), Abdul Malik Rewul (23), Fathur Rahman Kalean (3), Lepa Sangaji (37), dan Fitri Ngol Ngol (9).
Tiga korban meninggal dunia telah dipulangkan ke keluarga masing-masing untuk prosesi pemakaman. Adapun satu korban yang masih hilang bernama Iman Kalean (60), yang saat ini menjadi fokus pencarian tim SAR.
Data ini menjadi acuan bagi pihak berwenang dalam melakukan pencarian serta memberikan informasi akurat kepada keluarga. Kejelasan daftar penumpang juga penting agar tidak ada korban yang terlupakan dalam evakuasi.
Pesan Keselamatan Dan Tanggap Darurat
BPBD Kepulauan Tanimbar mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut. Perahu dan kapal kecil harus dilengkapi pelampung serta peralatan keselamatan.
Selain itu, koordinasi dengan warga setempat dan tim SAR sangat penting. Warga Desa Watmasa menjadi contoh tanggap darurat dengan sigap menolong korban sehingga jumlah korban selamat lebih banyak.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pengelola transportasi laut. Keselamatan penumpang harus selalu diutamakan, terutama di wilayah perairan dengan cuaca ekstrem seperti Laut Kepulauan Tanimbar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari sinpo.id