Pendidikan adalah pondasi masa depan bangsa, namun siswa-siswi SDN 318 Saparua di Maluku Tengah masih menanti gedung yang layak.
Lebih dari dua tahun pasca-kebakaran yang meluluhlantakkan sekolah mereka, proses rekonstruksi akhirnya menemukan titik terang. Kisah ini bukan sekadar tentang bangunan fisik, melainkan perjuangan gigih para guru, siswa, dan harapan besar akan perhatian pemerintah untuk mengembalikan hak dasar anak-anak Maluku Tengah untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas di lingkungan yang aman dan nyaman.
Dapatkan update berita paling menarik dan terpercaya tentang Maluku, hanya di Maluku Indonesia.
Penantian Panjang, Mimpi Sekolah Layak Terhambat Bencana
Bencana kebakaran yang melanda SDN 318 Saparua di Kabupaten Maluku Tengah dua tahun lalu telah merenggut fasilitas belajar mengajar yang layak. Sejak saat itu, kegiatan belajar-mengajar terpaksa dilakukan di bangunan darurat, sebuah kondisi yang jauh dari ideal bagi perkembangan anak-anak.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar, terutama mengingat kondisi bangunan yang rata dengan tanah. Kepala Sekolah SDN 318, Anike Elsye Pattiasina, mengungkapkan bahwa penantian panjang ini akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah.
Kondisi bangunan darurat yang semi-permanen ini tentu saja berdampak pada kenyamanan dan konsentrasi siswa. Lingkungan belajar yang tidak memadai dapat menghambat proses pendidikan, menempatkan beban tambahan pada pundak para guru dan siswa yang berjuang untuk tetap bersemangat.
Titik Terang Harapan, Gerak Cepat Dinas PU Dan Pemkab
Setelah penantian panjang, Dinas PU Kabupaten Maluku Tengah akhirnya melakukan peninjauan langsung ke lokasi bekas SDN 318 Saparua. Kunjungan ini disambut dengan antusiasme besar oleh pihak sekolah, terutama Kepala Sekolah Anike Elsye Pattiasina.
Pattiasina menyampaikan bahwa kedatangan Dinas PU bertujuan untuk melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang hancur dan melakukan pengukuran ulang lokasi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Bupati Maluku Tengah pada akhir tahun sebelumnya.
“Saya harap ada rencana pembangunan sekolah di tahun ini,” ujar Pattiasina, merujuk pada tahun 2026. Harapan besar kini digantungkan pada realisasi pembangunan agar para siswa dapat segera kembali belajar di fasilitas yang aman dan permanen.
Baca Juga: Antisipasi Banjir, Sungai Ake Aru Halmahera Utara Dinormalisasi
Urgensi Pembangunan, Musim Hujan Dan Kondisi Belajar Darurat
Pattiasina juga mengungkapkan bahwa ia telah menyerahkan berbagai berkas data tambahan, termasuk denah sekolah dan surat hibah tanah, kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah untuk diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak sekolah dalam mengawal proses rekonstruksi.
“Semua sudah diurus dan dimasukan ke Kementerian. Ya semoga benar bisa dibangun (tahun) 2026,” katanya. Urgensi pembangunan semakin tinggi mengingat Maluku kini mulai memasuki musim hujan, yang membuat kondisi bangunan darurat sangat rawan dan tidak aman bagi siswa.
Saat ini, 66 siswa SDN 318 terpaksa belajar dengan jadwal yang dibagi dua shift di bangunan semi-permanen. Sebanyak 12 siswa Kelas 1, 10 siswa Kelas 2, 11 siswa Kelas 3, 10 siswa Kelas 4, 12 siswa Kelas 5, dan 11 siswa Kelas 6 harus beradaptasi dengan keterbatasan ruang.
Kolaborasi Pusat-Daerah, Menanti Persetujuan Kementerian
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah, Husen Mukadar, membenarkan rencana pembangunan kembali gedung SDN 318 Saparua yang hangus terbakar pada tahun 2024. Pihaknya telah berkoordinasi dan kini menunggu persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Mukadar menjelaskan bahwa pembangunan ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan anggaran besar dari Kementerian. Ada beberapa sekolah lain di Maluku Tengah juga yang akan dibangun dengan skema anggaran serupa.
Ia menambahkan, keterlambatan pembangunan di tahun 2025 disebabkan alokasi anggaran yang fokus pada 21 bangunan sekolah lain senilai lebih dari Rp25 miliar. Namun, dengan segala persiapan yang telah dilakukan, harapan untuk SDN 318 Saparua semakin besar.
Pantau terus update berita seputar Maluku Indonesia serta informasi menarik lain yang memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari tagar.co