Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto membuat gebrakan dalam upaya perlindungan korban kekerasan perempuan dan anak.
Ia menandatangani komitmen bersama puluhan rumah sakit di Kota Ambon untuk menyediakan layanan visum gratis bagi para korban. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memperkuat akses layanan medis dan dukungan hukum, terutama bagi mereka yang selama ini terkendala biaya. Jelajahi beragam informasi menarik dan terpercaya seputar Maluku Indonesia berikut ini, perluas wawasan anda dengan berita terkini yang informatif dan mendalam.
Komitmen Bersama
Pada Sabtu (7/3/2026), Kapolda Maluku menandatangani komitmen bersama dengan 10 rumah sakit di wilayah Ambon. Acara ini berlangsung di Plaza Presisi Polda Maluku dan dihadiri oleh pejabat utama kepolisian, perwakilan rumah sakit, serta sejumlah tokoh masyarakat. Penandatanganan ini menjadi langkah simbolis sekaligus nyata untuk memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.
Kerja sama ini ditujukan agar setiap korban kekerasan bisa mengakses layanan visum secara gratis tanpa terkendala biaya. Visum sendiri merupakan alat bukti krusial dalam proses penyidikan kasus kekerasan dan sering kali menjadi tahapan awal dalam penegakan hukum. Dengan adanya layanan ini, diharapkan korban dapat menerima perlindungan hukum dan medis secara cepat dan tepat.
Hadiah visum gratis juga diharapkan mampu memberikan kemudahan dan dorongan bagi korban untuk segera melaporkan kasus yang dialaminya. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen aparat penegak hukum untuk hadir di tengah kebutuhan korban, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Kolaborasi antara kepolisian, rumah sakit, dan tokoh masyarakat diharapkan menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif dan responsif.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Tantangan Penanganan Kekerasan
Kapolda Maluku menyebut bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi di wilayahnya. Hal ini menunjukkan perlunya keterlibatan berbagai elemen masyarakat guna menekan angka kejadian.
Kasus seperti ini bukan hanya terjadi di Maluku, melainkan juga di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga dibutuhkan sistem layanan yang responsif dan ramah korban. Data nasional menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender dan terhadap anak masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian.
Visum gratis akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat proses hukum dan membantu korban mendapatkan keadilan tanpa terbebani biaya. Dengan langkah ini, diharapkan mampu memotong hambatan administratif yang sering dihadapi oleh korban..
Baca Juga: Ricuh Hebat! Mahasiswa Ambon Tewas Ditikam, Begini Kronologinya
Peran Masyarakat Dan Pelaporan Kekerasan
Kapolda juga menekankan bahwa masyarakat perlu berani melaporkan setiap kasus kekerasan yang terjadi. Pelaporan merupakan langkah awal yang penting agar korban mendapatkan perlindungan dan proses hukum yang tepat.
Partisipasi aktif warga diharapkan dapat meningkatkan tingkat penanganan kasus serta menyampaikan informasi yang akurat kepada aparat. Peran serta komunitas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat penting dalam membangun lingkungan yang aman.
Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat akan memperkuat sistem perlindungan sehingga setiap tindakan kekerasan dapat ditangani secara cepat, profesional, dan berkeadilan. Visum gratis menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya ini.
Dampak Layanan Visum
Kemudahan akses visum diperkirakan akan mendorong lebih banyak korban untuk melapor ke aparat penegak hukum tanpa khawatir dengan biaya pemeriksaan medis. Pendekatan ini penting untuk membantu mereka memperoleh bukti medis yang sah.
Dengan tersedianya layanan visum gratis, aparat hukum dapat mempercepat proses hukum kasus kekerasan, termasuk dalam tahap pemeriksaan dan penyidikan. Hal ini diharapkan memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan.
Program ini juga diharapkan memberi sinyal bahwa pemerintah dan aparat keamanan serius dalam perlindungan hak perempuan dan anak. Keberhasilan program visum gratis di Maluku bisa menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com