Inflasi di Maluku Tengah melonjak tajam akhir tahun 2025, memicu kenaikan harga ikan dan bumbu dapur signifikan.
Maluku Tengah, daerah yang dikenal kaya hasil pertanian dan perikanan, justru mengalami lonjakan inflasi signifikan pada Desember 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat inflasi mencapai 0,79 persen secara bulanan (m-to-m). Kondisi ini memicu pertanyaan, mengingat daerah tersebut merupakan penopang pasokan komoditas penting.
Berikut ini Maluku Indonesia akan mengupas tuntas penyebab di balik kenaikan harga, komoditas pemicu utama, serta upaya pemerintah dan rekomendasi untuk mengendalikan inflasi.
Inflasi Melonjak, Kekayaan Alam Justru Jadi Pemicu
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku melaporkan inflasi di Maluku Tengah mencapai 0,79 persen secara month to month (m-to-m) pada Desember 2025 dibandingkan November 2025. Angka ini disertai dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,46, menunjukkan adanya kenaikan harga yang cukup terasa di masyarakat.
Ironisnya, Maluku Tengah dikenal sebagai lumbung komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat, serta penghasil ikan melimpah. Daerah ini bahkan menjadi penopang pasokan bagi wilayah lain, termasuk Kota Ambon. Namun, kekayaan alam ini justru menjadi pemicu utama inflasi yang terjadi.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menjelaskan bahwa inflasi bulanan ini dipicu oleh lima komoditas utama, yang sebagian besar adalah ikan dan bahan dapur. Situasi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara produksi dan distribusi atau faktor lain yang memengaruhi harga jual di pasaran.
Komoditas Pemicu Utama Inflasi Bulanan
Bawang Merah menjadi penyumbang inflasi terbesar secara month to month (m-to-m) dengan andil 0,29 persen. Komoditas ini merupakan bumbu dapur esensial yang banyak digunakan, sehingga kenaikannya berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
Selain bawang merah, tomat juga memberikan andil signifikan sebesar 0,23 persen terhadap inflasi bulanan. Maluku Tengah yang merupakan produsen tomat besar, mengalami kenaikan harga yang mengejutkan masyarakat. Ini mengindikasikan adanya permasalahan pada rantai pasok atau permintaan yang tinggi.
Daftar komoditas pemicu inflasi lainnya meliputi ikan selar/kawalinya dengan 0,17 persen, ikan cakalang sebesar 0,15 persen, dan cabai merah dengan andil 0,13 persen. Dominasi produk perikanan dan bumbu dapur menunjukkan bahwa sektor pangan menjadi garda terdepan penyebab inflasi di Maluku Tengah.
Baca Juga: Maluku Resmi Miliki Kawasan Konservasi Hiu Paus, Destinasi Laut
Inflasi Tahunan, Ikan Masih Jadi Biang Kerok
Secara year on year (y-on-y) atau perbandingan tahunan, inflasi di Maluku Tengah tercatat mencapai 2,56 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan, menunjukkan tren kenaikan harga yang berkelanjutan sepanjang tahun.
Komoditas ikan masih menjadi pemicu inflasi tertinggi dalam perbandingan tahunan. Ikan layang/mumar menyumbang 0,67 persen, diikuti ikan selar/kawalinya sebesar 0,57 persen, dan ikan tongkol/komu dengan 0,34 persen. Kenaikan harga ikan yang konsisten menunjukkan adanya masalah struktural dalam sektor perikanan lokal.
Selain ikan, cabai rawit dengan andil 0,32 persen dan beras sebesar 0,22 persen turut berkontribusi pada inflasi tahunan. Meskipun pemerintah telah melakukan operasi pasar murah, dampak kenaikan harga pada komoditas utama ini masih terasa dan perlu penanganan lebih lanjut.
Operasi Pasar Murah Dan Rekomendasi Pengendalian
Pada Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah gencar melakukan operasi pasar murah dengan menyediakan berton-ton beras, bawang, cabai, telur, minyak goreng, dan gula pasir di bawah harga pasar. Upaya ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan membantu daya beli masyarakat.
Meskipun demikian, Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menekankan pentingnya pengontrol pasar yang baik. Pengawasan yang efektif dapat mencegah penimbunan atau praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
Maritje juga merekomendasikan pertemuan khusus berbagai pihak untuk membahas inflasi ini lebih mendalam. Tujuannya adalah merumuskan langkah-langkah pengendalian yang efektif dan terkoordinasi. Kerjasama antarlembaga dan pemangku kepentingan sangat krusial untuk mengatasi masalah inflasi di Maluku Tengah.
Jangan lewatkan update berita seputaran Maluku Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari rakyatmaluku.fajar.co.id
- Gambar Kedua dari ambon.tribunnews.com