Desa Ujir di Maluku mulai berubah setelah PLTS menyala, namun dampaknya belum sepenuhnya terasa secara langsung di masyarakat.
Kehadiran listrik ini membawa harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan energi, terutama pada malam hari. Namun demikian, dampak nyata dari kehadiran PLTS tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan aktivitas sehari-hari. Simak selengkapnya hanya di Maluku Indonesia.
Awal Kehadiran PLTS Di Desa Ujir
Desa Ujir di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, mulai mengalami perubahan penting sejak Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpadu resmi beroperasi pada awal Februari 2026. Kehadiran listrik ini menjadi tonggak baru bagi masyarakat desa yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan energi dan sangat bergantung pada lampu pelita berbahan minyak.
Selama bertahun-tahun, warga Desa Ujir menghadapi kondisi tanpa listrik yang stabil. Aktivitas malam hari terbatas, pendidikan anak-anak tidak optimal, dan kegiatan ekonomi pun berjalan lambat. Karena itu, ketika PLTS mulai menyala, harapan besar muncul di tengah masyarakat bahwa kehidupan mereka akan berubah lebih baik.
Namun, meskipun listrik sudah tersedia setiap malam, dampaknya tidak langsung terasa secara menyeluruh. Sebagian warga masih menilai bahwa perubahan besar masih membutuhkan waktu, terutama untuk bisa memanfaatkan listrik secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Mulai Terlihat Di Kehidupan Warga
Dampak paling nyata dari hadirnya PLTS di Desa Ujir adalah tersedianya penerangan yang lebih baik dan stabil di malam hari. Hal ini menjadi perubahan besar dibandingkan kondisi sebelumnya yang hanya mengandalkan lampu pelita sederhana dari botol bekas berisi minyak dan sumbu kapas.
Dengan adanya listrik, suasana malam di desa menjadi lebih hidup. Anak-anak kini dapat belajar dengan lebih nyaman karena tidak lagi bergantung pada cahaya redup pelita. Aktivitas keluarga di rumah juga menjadi lebih fleksibel karena waktu tidak lagi terbatas oleh ketiadaan cahaya.
Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas juga mulai merasakan manfaatnya. Sebelumnya, fasilitas tersebut hanya mengandalkan genset yang penggunaannya terbatas. Kini, dengan adanya sistem PLTS, mereka memiliki akses listrik yang lebih stabil, meskipun masih dalam tahap uji coba dan pengaturan beban listrik.
Baca Juga: Pasar Mardika Dikuasai Pencuri! Wali Kota Ambon Tuntut Pemprov Ambil Sikap
Keterbatasan Dan Dampak
Meskipun perubahan sudah terlihat, dampak PLTS di Desa Ujir belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi dan penggunaan peralatan rumah tangga. Sistem listrik yang ada saat ini masih dalam masa uji coba selama enam bulan, sehingga penggunaannya harus dibatasi agar tetap stabil.
Warga belum bisa menggunakan peralatan listrik berdaya tinggi seperti mesin cuci atau kulkas secara bebas. Bahkan dalam penggunaan sehari-hari, masyarakat harus memilih prioritas penggunaan listrik. Misalnya, jika ingin menggunakan kipas angin, maka lampu harus dimatikan agar daya tetap mencukupi.
Dari sisi ekonomi, perubahan juga masih sangat terbatas. Hingga saat ini, belum banyak usaha baru yang muncul akibat hadirnya listrik. Aktivitas ekonomi masyarakat masih didominasi oleh pekerjaan lama seperti nelayan dan petani. Hanya terdapat sedikit aktivitas baru seperti penjualan es batu dari freezer yang disediakan dalam proyek PLTS tersebut, yang menjadi salah satu dampak ekonomi awal meskipun skalanya masih kecil.
Masa Depan Energi Desa Ujir
Meski masih banyak keterbatasan, masyarakat Desa Ujir tetap menyambut positif kehadiran PLTS ini. Bagi mereka, yang paling penting saat ini adalah listrik dapat terus menyala tanpa gangguan seperti dua proyek sebelumnya yang pernah gagal.
Harapan besar warga sangat sederhana, yaitu agar listrik ini bisa bertahan dalam jangka panjang. Mereka berharap PLTS tidak hanya berfungsi sementara, tetapi dapat terus menerangi desa hingga puluhan tahun ke depan. Bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam kegelapan, cahaya listrik merupakan simbol perubahan besar dalam kehidupan mereka.
Selain itu, pemerintah daerah juga melihat potensi lebih luas dari kehadiran listrik ini. Sisa kapasitas daya listrik yang belum terpakai diharapkan dapat menarik investasi, khususnya di sektor perikanan seperti cold storage atau industri pengolahan hasil laut. Jika hal ini terwujud, maka listrik tidak hanya menjadi sumber penerangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi desa.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com